Hujan turun menggebu-gebu, seraya datang mengetuk pintu membawa rindu. Aku tak ingin menemui, namun seolah mereka tak peduli.
Ialah mereka; menjajah pikiranku ---perlahan tapi pasti dengan segala bayangan.
Bayangan akan kenangan dan harapan, dibalutnya dalam do'a ---mesra tanpa ragu. Hujan mengajariku tetap pada keyakinanku.
Tanpa harus malu menerima rindu yang tak pernah jemu. Hanya ada angguk serta setuju tuk tetap menuju pada jalan itu.
Ya, jalan itu ---terlihat semu namun nyata bagiku. Apa mata dan hati ini tertutup sesuatu? Sehingga tak pernah ada kata salah jalan untukku.
Ah, jangan rayu aku dengan jalan lain yang lebih mudah kulalui, aku tak apa. Di jalan ini hujan mengajariku segala hal.
Membuatku memahami apa itu tabah. Tentu saja aku tak berpotensi mendapatkan nilai A, paling tidak kurasakan itu ada.
Terima kasih hujan, meski sakit tapi inilah yang aku butuhkan. Mungkin benar, ego harus bertemu dan bertarung dengan sabar.
Aku hanya seorang perempuan yang kau tuntun berbasah-basahan, kau seret dalam sejuknya dirimu.
Meski menggigil oleh dinginmu masih kurasa hangatmu, sebab aku tahu kau selalu melihatku tanpa perlu turun langsung ke hadapanku.
Tak berhenti kuucapkan, terima kasih hujan. Syukurku padaNya kau dihadirkan, menuntunku ke mana aku seharusnya, dalam dingin dan hangatmu.
4.07.2014
3.31.2014
Rumah Baru, Keluarga Baru
Rumah indah bercat empat warna cerah itu
Sederhana, tak mahal pun tak mewah
Nyaman dan menentramkan jiwa
Disana kutemui hangat penghuninya
Berlatar belakang berbeda namun memiliki senyum yang sama
Mereka tak segan berbagi kebahagiaan
Lengkap bersama kesedihan untuk pembelajaran
Tiap berkunjung di sana seakan waktu berjalan cepat
Waktu serasa tidak pernah tepat
Sebab, hanya kurasakan damai dan syahdu
Melepas tumpukan rindu yang memenuhi kalbu
Keluarga, ya mereka keluarga baruku
Kata kenalan dan teman tak cukup sampai di situ
Mampu menjelma sebagai guru berbagai ilmu
Bertambah bahagia terucap dalam rasa syukurku
3.02.2014
Dia Bukan Super Girl, Hanya Nadia Maya
Sore ini aku hampir lupa jika harus menulis surat untuk satu orang spesial lagi, ialah kau May. Kau kawanku yang tangguh, melebihi super girl yang ada di dunia komik. Di antara kita berdelapan, dirimulah yang bekerja dengan tubuh tahan banting. Ayo siapa yang berani membantingmu? Mereka pasti takkan mampu.
May, seberat apapun pekerjaanmu ini jangan lupa untuk jaga kesehatan. Cintai pekerjaanmu pun cintai tubuhmu. Kalau kau sakit kita pun juga ikut sakit. Meski harus mengejar karir jangan dipaksakan juga ya. Kita akan selalu mendukung segala keputusanmu dan berdo'a semoga kau selalu diberi kesehatan dan ketangguhan selalu, dapat mencapai karir dan cita-citamu. Aamiin.
Dari: merah
May, seberat apapun pekerjaanmu ini jangan lupa untuk jaga kesehatan. Cintai pekerjaanmu pun cintai tubuhmu. Kalau kau sakit kita pun juga ikut sakit. Meski harus mengejar karir jangan dipaksakan juga ya. Kita akan selalu mendukung segala keputusanmu dan berdo'a semoga kau selalu diberi kesehatan dan ketangguhan selalu, dapat mencapai karir dan cita-citamu. Aamiin.
Dari: merah
Langganan:
Postingan (Atom)
